Bandung, 24 Januari 2026 – SPS Hayat Ulin kembali mengadakan kegiatan parenting semester genap yang menjadi ruang belajar bersama antara sekolah dan orang tua. Mengangkat tema “Memahami Emosi Anak: Pentingnya Mindful & Empatik dalam Proses Perkembangan Anak”, sesi ini mengajak Ayah dan Bunda melihat emosi anak dari sudut pandang yang lebih utuh.
Dalam kegiatan ini disampaikan bahwa emosi anak — baik tangisan, marah, penolakan, maupun ledakan perasaan — bukanlah sekadar perilaku yang harus dihentikan, tetapi pesan yang sering kali belum mampu mereka sampaikan dengan kata-kata.
Belajar Hadir, Bukan Hanya Memberi Solusi
Melalui sesi reflektif bersama narasumber, orang tua diajak memahami bahwa anak tidak selalu membutuhkan solusi cepat. Yang paling mereka butuhkan adalah kehadiran orang tua yang tenang, sadar, dan penuh empati.
Orang tua belajar mengenali:
- Tahapan perkembangan emosi anak sesuai usia
- Respons yang sering kali muncul secara spontan namun kurang tepat
- Cara membangun pendekatan mindful parenting dalam keseharian
Pendekatan ini membantu orang tua untuk tidak hanya bereaksi terhadap perilaku anak, tetapi benar-benar memahami kebutuhan emosi yang ada di baliknya.
Saat Anak Merasa Dipahami
Salah satu poin penting yang dibahas adalah bahwa ketika anak merasa dipahami dan diterima emosinya, mereka perlahan belajar menenangkan diri. Dari sinilah tumbuh kemampuan regulasi emosi yang akan sangat berpengaruh pada kepercayaan diri, hubungan sosial, dan kesiapan belajar anak di masa depan.
Kegiatan parenting ini juga menjadi penguat sinergi antara rumah dan sekolah, agar anak mendapatkan pendekatan yang selaras dalam proses tumbuh kembangnya.
Tumbuh Bersama untuk Ananda
Terima kasih kepada Ayah dan Bunda yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bertumbuh bersama. Setiap langkah kecil untuk belajar memahami anak adalah investasi besar bagi masa depan mereka. Semoga setiap pelukan, tatapan, dan respons lembut yang diberikan di rumah menjadi pondasi kuat bagi tumbuh kembang ananda, sejalan dengan dukungan yang mereka terima di lingkungan sekolah.



