Ujungberung, Kota Bandung 0811-2233-5234 support@hayat.sch.id
Artikel

Kenapa Anak Tidak Langsung Belajar Calistung?

Pertanyaan ini sering muncul di benak orang tua: “Kenapa sih anak nggak langsung belajar membaca, menulis, dan berhitung saja?” Padahal, di usia dini anak justru lebih banyak diajak bermain, bergerak, dan distimulasi melalui berbagai aktivitas.

Belajar calistung bukan sekadar tentang menghafal huruf dan angka. Di balik kemampuan tersebut, ada banyak kemampuan dasar yang perlu matang terlebih dahulu, seperti fokus, kemampuan bahasa, koordinasi tangan dan mata, kontrol emosi, serta kemampuan memahami instruksi. Tanpa kesiapan ini, proses belajar justru bisa terasa berat bagi anak.

Stimulasi sebagai Fondasi Belajar

Stimulasi berperan penting dalam membantu otak anak membangun fondasi tersebut. Melalui bermain, eksplorasi, dan aktivitas yang sesuai tahap usia, anak belajar mengembangkan kemampuan dasar yang kelak sangat dibutuhkan saat memasuki tahap calistung.

Ibarat membangun sebuah rumah, fondasi yang kuat akan membuat bangunan berdiri kokoh dan tahan lama. Begitu pula dengan proses belajar anak. Bukan soal terburu-buru bisa, tetapi tentang tumbuh dengan kesiapan.

Belajar dengan Ritme Anak

Ketika anak distimulasi sesuai tahap tumbuh kembangnya, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Anak lebih siap secara fisik, emosi, dan kognitif, sehingga kemampuan calistung dapat berkembang secara alami dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya “bisa” membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan emosional untuk menikmati proses belajar sepanjang hidupnya.

Leave a Reply