Izinkan Iman Anak-anak kita Diuji oleh Realita Part 2


Nak sebelum ayah ibu bertanya seberapa kuat keimananmu ketika engkau bertemu dengan realita? Pertanyaan itulah yang seharusnya ayah ibu jawab terlebih dahulu “seberapa kuat keimanan ayah ibu ketika ayah ibu diuji oleh realita?” Ternyata ini pertanyaan yang berat nak, pertanyaan yang menelusup relung hati ayah ibu, karena iman bukan tentang pikiran tapi tentang rasaPertanyaan ini tentang perjalanan kehidupan ayah ibu dan bagaimana ayah ibu menghadapinyaPertanyaan ini tentang refleksi ayah ibu dalam merespon setiap perjalanan kehidupan yang Allah sajikanPertanyaan ini tentang bagaimana ayah ibu melalui ujian ketika ayah ibu beranjak baligh, berada di pusaran pertemanan masa baligh, apakah ayah ibu tegak dalam pendirian yang sudah ditanamkan oleh orang tua atau ayah ibu terseret-seret dalam pusaran keliaran krisis pertemananPertanyaan ini tentang bagaimana ayah ibu melalui fase kegelisahan iman di usia muda ketika ayah ibu merasa jenuh, bosan, dan terkekang dengan semua aturan Pertanyaan ini tentang bagaimana ayah ibu menghadapi fase mengenal lawan jenis, diam-diam menyukai lawan jenis, dan berusaha merancang mimpi dengannya, mengelola dorongan nafsu karena telah hadir iman dalam diri ayah ibu Pertanyaan ini tentang bagaimana ayah ibu belajar menjadi bagian dari pusaran ummat yang Allah berikan tugas kekhalifahan tapi ayah ibu merasa jauh dari layak untuk berkontribusi bagi ummatIni pertanyaan yang berat nak, izinkan ayah ibu berbagi cerita semua masa-masa petualangan menggenggam iman itu di dada, berat nak, mungkin ini alasannya kenapa ayah ibu tak ingin engkau memilih jalan yang keliru agar engaku tak merasakan kebodohan yang pernah ayah ibu laluiNamun ini kehidupanmu nak, engkau berdaulat atas dirimu nak, ayah ibu harus memercayakannya padamu nak, berat melepasmu menghadapi realita dan memberimu kepercayaan agar imanmu makin kokoh nak, masih ada rasa takut engkau tak kembali nak, namun ayah ibu punya satu senjata terkuat yaitu do’a dan tawakkal, do’a terbaik karena Allah sebaik-baiknya penjagamu, dan tawakkal bahwa Allah SWT pemilik hidup dan mati kita

Leave a Reply

Your email address will not be published.