Akreditasi


Pendidikan non formal diakreditasi?

Iya itu pertanyaan saya juga hehe, awal-awal mendapat amanah membidani Hayat School ini dari Yayasan, saya kaya anak kecil yang antusias dikasih mainan rumah-rumahan, saya rancang isinya, saya buat desainnya, saya ajak rekan dan temen yang juga suka main rumah-rumahan ini tapi tetap dibayar lho namanya juga fasilitator ada yang dikeluarkan tenaganya jadi bukan bantuan for volunteer yaa gaes Karena emang senengnya bab merancangnya, ngga kepikiran kalo Lembaga non formal juga harus diakreditasi, harus lho karena banyak yang mikirnya kaya saya juga “ngapain non formal diakreditasi? Namanya juga non formal, orang nyekolahin ke non formal juga ngga liat akreditasinya A, B atau Z? “Abi gee samidaa” dulu mikirnya gitu, nah alhamdulillahnya pemimpin Yayasan orang yang visioner dan realistis ngasih wejangan gini, saya tulis perpoint yak karena ini penting

1. Gimana caranya kita tahu langkah yang kita lakukan ini baik dan benar kalo tidak ada yang memontior dan memvalidasi? Memang akreditasi ini buatan manusia, tapi anggaplah ilham untuk merancang akreditasi itu ilham yang Allah SWT turunkan pada pemegang kebijakan dalam tugas mereka melayani masyarakat

2. Jangan merasa pernah sudah melakukan lebih dari yang orang lakukan, gimana caranya kita tahu pelayanan yang kita berikan itu baik kalo tidak ada tolak ukurnya?

3. Mau mengevaluasi dan dievaluasi itu bukti kerendahan hati, biar semakin menguatkan kebermanfaatan dari diri dan dari tim

4. Pergunakan momentum untuk akreditasi ini untuk semakin menguatkan tim, menyeleksi program bahkan menyeleksi sumber daya manusia, mana yang proaktif mana yang sekedar terlibat karena sekedar kerja

5. Bismillah saja, semua dari Allah dan kembali pada Allah, kita bisa sampai sejauh ini karena izin Allah SWT bukan karena usaha kita, rendah hatilah

6. Allah yang menggerakkan dan mendatangkan orang tua, siswa, mitra, fasilitator bukan karena program kita yang terlihat hebat

7. Pengawasan dan pendampingan kita butuhkan agar kebermanfaatan yang kita bagi berkelanjutan, jasad pendiri, jasad fasilitator akan fana, tapi kebermanfaatan akan tetap abadiWejangannya Panjang yaa, Heuheu karena jiwa petualang dan bermain saya kaya kuda liar yang senengnya berlari-lari, biar ngga ninggalin tim yaa kudu dikekang sedikit heheAlhamdulillah 12 Juni 2022 Hayat School sudah mendapatkan visitasi dari assessor Badan Akreditasi Nasionan (BAN) untuk PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF). Awalnya tegang lho gaes hehe maklum pengalaman pertama dan banyaknya kabar burung kalo akreditasi itu ribet bin riweh bin horror, sebenernya kalo sejak perencanaan sampe dokumentasi kegiatan dan administrasi kegiatan terdata, cukup merapikan sajaJadi garis besar dari akreditasi ini menurut saya “apakah rencana yang hebat, visi misi pendidikan yang sudah pasti dirancang dengan kalimat-kalimat toyyibah itu bisa diselaraskan dalam pelaksanaannya dan penerapannya untuk peserta didik? Selaraskah antara visi misi, perencanaan, pelaksanaan dan pemahaman para stakeholders (guru, staf, orang tua, siswa, masyarakat)”. “Pada akhirnya kita hanya memenuhi tugas kehidupan yang Allah berikan, semoga tabah sampai akhir perjalanan dan Husnul khatimah, amiin”

#Hayatschool

#hayatkreatifschool

#pendidikannonformal

Leave a Reply

Your email address will not be published.